Sabtu, 24 Desember 2011

surat untuk Emak (2)


Emak, aku masih belum mendapatkan kabar tentang Anisa. Aku takut mak. Aku takut tidak bisa lagi bertemu dengannnya. Ada desas-desus yang mengatakan dia pergi keluar negeri. 
Emak, aku tidak rela jika dia pergi keluar negeri untuk menjadi TKI. Aku sungguh tidak rela.

Emak, tadi pagi mbak win kirim sms, dia menanyakan apakah boleh memasak daging sapi jatahku. Itu daging sudah lama. Daging kurban lebaran haji kemarin. Karena mbak win dan mas alex ikut kurban dia dapat daging lumayan banyak. Mereka juga menyimpankan daging buatku dan sudah beberapa kali memintaku untuk mengambilnya. Aku hanya janji untuk mengambilnya nanti, tapi aku tidak pernah mengambilnya.

Emak, sebenarnya aku memang telah berniat untuk mengambilnya. Aku sudah beli dua bungkus bumbu rawon instan. Anisa suka rawon. Sebenarnya dia tidak terlalu suka, tetapi diantara berbagai masakan daging dia sepertinya lebih memilih rawon. Jadi memang aku berencana memasak dan mengajak Anisa makan bersama. Tapi sekarang dia sudah pergi. Aku tidak tahu kapan dia kembali.

Emak, kapan emak datang menemaniku? Aku rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar