Kamis, 22 Desember 2011

Mantra Perontok Jiwa (3)

Di rumah Surga Alas menendang semua benda yang ada di dekatnya. Akul melempar semua benda yang bisa dijangkau tangannya. Amai memukul-mukulkan tangannya ke pintu rumah. Acoi berteriak sekencang-kencangnya. Malamnya mereka berempat menghabiskan berliter-liter arak. Acoi muntah-muntah dan terbaring lemas di teras rumah. Amai ngoceh tidak karuan, jari tangannya dibungkus kain berwarna putih. Akul meringgis memegangi perutnya. Hanya Alas yang masih mampu memegang botol arak, kaki kanannya terlihat memar.

Di tempat lain, di sebuah rumah beratapkan sirap, Sendra, lelaki dengan goresan luka terbaring di sebuah kamar tidur. Di beranda rumahnya perempuan yang rambutnya dikepang dua duduk bersama seorang laki-laki berbadan gempal.

"kenapa kamu bawa lelaki itu kesini" kata laki-laki gempal itu dengan kesal kepada perempuan yang ada disampingnya."apa kamu mengenalnya? tanyanya.

"Mas Ates ini gimana, kalau ndak dibawa kesini mau dibawa kemana, tidak mungkin saya membiarkannya tergeletak dijalanan"

"kamu mengenalnya tidak" bentak laki-laki gempal itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar