Orang-orang mulai lagi membicarakan mantra perontok jiwa, sejak lelaki dengan goresan luka muncul kembali di Kota Keindahan. Di rumah-rumah, kaum lelaki saling berbisik. Diam-diam mereka sering menemui lelaki dengan goresan luka untuk meminta mantra itu. Tetapi hingga saat ini belum ada satu orangpun yang mendapatkannya.
Di Kota Keindahan ada sebuah rumah yang dihuni oleh para lelaki terganteng yang ada di kota . Amai, Akul, Alas dan Acoi. Mereka menyebut rumah itu Rumah Surga. Keberadaan lelaki dengan goresan luka membuat mereka berempat gusar dan mereka berencana memaksa lelaki dengan goresan luka untuk membagi mantranya. Mereka yakin lelaki dengan goresan luka benar-benar memiliki mantra perontok jiwa, karena hampir seluruh perempuan yang ada di Kota Keindahan senang berada didekatnya. Mereka berempat bersepakat untuk menemui lelaki dengan goresan luka ditempat sepi.
Pada hari yang ditentukan, ketika lelaki dengan goresan luka sedang berjalan ditempat sepi mereka berempat langsung menghadang dan mengelilingi. Mereka memaksa lelaki dengan goresan luka untuk memberikan mantra.
“kau sembunyikan dimana ikat kepalamu” hardik Alas. Lelaki dengan goresan luka nampak kebingunan. Ia hanya diam. Dan semakin membuat mereka berempat naik pitam. Akul langsung menghantam rahangnya, seketika lelaki dengan goresan luka jatuh, ia kemudian bangkit tetapi tak berusaha melawan. Lelaki itu memegang rahangnya kesakitan. Kemudian dengan kaki kanannya Alas menghantam perut laki-laki. Kini kedua tangan lelaki itu memegang perutnya dengan kesakitan. Dengan tangan kanannya Amai menghantam hidungnya, yang seketika mengeluarkan darah. Dan laki-laki itu jatuh tergelatak.
Mereka berempat kemudian membuka baju dan celana lelaki itu. Tetapi ikat kepala yang mereka cari tidak ada. Mereka hanya melihat tonjolan tulang iga dan tulang belikat dan celana kolor warna putih. Dalam hati mereka juga mengakui bahwa aroma tubuh lelaki itu wangi dan nampak putih bersih. Rasa iri itu menyebabkan mereka mengambil kotoran binatang yang ada di sekitar tempat itu dan melemparkanya ke tubuh lelaki dengan goresan luka.
Ketika mereka berempat akan meninggalkan lelaki itu Acoi mengambil pakaian yang berserakan dan melemparkan ke arah lelaki dengan goresan luka.
Tak lama setelah mereka berempat pergi, seorang perempuan yang rambutnya di kepang dua lewat di tempat dan terkejut ketika melihat lelaki hampir telanjang tergelatak. Ia berjalan mendekatinya, kakinya bergerak.
"duh Gusti...Sendra" jeritnya
"cantik" ucapnya lirih
"cantik" ucapnya lirih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar