Wajahnya penuh dengan goresan bekas luka. Dia telah berjalan di lima benua bersama ikat kepala dan kalung perak bermata tanda cinta yang terlihat menempel di dada. Pekerjaannya berjalan dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Dia sering meninggalkan pakaian dan perbekalannya setiap kali pergi dari tempat bermukim sementaranya. Tetapi dia tidak pernah melepaskan kalung peraknya dan menanggalkan ikat kepalanya. Apapun yang sedang dilakukannya ikat kepala dan kalungnya tetap ada ditubuhnya.
Jika ada yang bertanya kemana tujuannya, dia akan berkata ’aku sedang mencari sebuah sukma’. Tidak ada yang tahu apa arti jawabannya. Tidak ada yang mengerti dengan jalan pikirannya. Tidak ada yang tahu apa keinginannya. Tidak ada yang tahu apa isi hatinya. Yang orang-orang tahu adalah wajahnya penuh dengan goresan bekas luka. Yang orang-orang tahu dia tidak pernah melepaskan ikat kepala dan kalung peraknya.
Sebagian orang menyebutnya lelaki dengan goresan luka. Ada bekas luka sayatan yang cukup panjang di pipi kiri dan dahinya. Juga ada bekas luka-luka kecil di sekitar hidung dan dagunya. Jika dia membuka baju nampaklah tonjolan tulang-tulang ditubuhnya. Tidak banyak daging disana. Orang-orang bilang kulitnya putih dan nampak bersih, juga wangi, meski mereka jarang melihatnya mandi.
Ketika berjalan bibirnya sering terlihat komat-kamit, dan terkadang juga terdengar dia bergumam menyebut sebuah nama. Karena itu sebagian orang juga menyebutnya sebagai pejalan kaki pemilik mantra cinta. Dia meninggalkan cintanya di setiap tempat yang pernah didatangi. Dan mendapatkan cinta lagi di tempat berikutnya. Dia disukai banyak wanita meski wajahnya penuh dengan bekas luka. Desas-desus mengatakan dia memiliki mantra perontok jiwa yang tersimpan diikat kepalanya. Dia hanya tersenyum ketika ada orang yang bertanya tentang mantra itu.
Dia sekarang berada di Kota Keindahan. Di kota ini semua yang terlihat oleh mata akan nampak indah. Dia tergoda untuk datang ke kota ini karena ingin melihat keindahan itu. Dan ternyata memang betul semua yang dia lihat nampak indah, tetapi tidak ada yang paling indah. Sehingga semuanya menjadi nampak biasa saja. Seperti di tempat-tempat lain yang pernah didatanginya.
Sampai suatu saat ketika matanya bertatapan dengan mata seorang perempuan yang rambutnya dikepang dua. Dia terdiam, dadanya berdegup kencang, tangannya gemetaran, kakinya lunglai tak bertenaga dan akhirnya dia jatuh pingsan tepat ketika dia sedang menyentuh ujung rambut wanita itu. Ikat kepalanya lepas dan kemudian terbakar. Kalung peraknya putus dan jatuh ke tanah. Tak lama kemudian meleleh dan bercampur dengan tanah.
Berita pingsannya lelaki dengan goresan luka menjadi buah bibir di Kota Keindahan. Banyak orang yang tidak percaya lelaki dengan goresan luka yang telah mengelilingi lima benua jatuh pingsan karena menyentuh rambut seorang perempuan. Banyak orang bertanya-tanya, benarkah lelaki yang konon memiliki mantra perontok jiwa jatuh tersungkur di belakang seorang perempuan.
Waktu berlalu hari demi hari. Sejak kejadian itu lelaki dengan goresan luka tak pernah terlihat lagi. Orang-orang tak lagi membicarakan tentang lelaki itu. Hingga genap sepuluh minggu kemudia dia muncul lagi di Kota Keindahan.
Dia masih sering berjalan, tetapi sekarang dia juga sambil menari, tanpa musik, tanpa suara, hanya gerakan kaki dan tangan. Dia kini tak lagi memakai ikat kepala dan kalung peraknya. Jika ada yang bertanya kemana ikat kepala dan kalung peraknya, dia akan mengatakan pikiran dan hatinya ada pada perempuan yang rambutnya di kepang dua. Setelah itu dia memberi isyarat kepada sang penanya untuk diam. Dan dia meneruskan menari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar